Google Translate

[ Get Google Translate ]
Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts

Sunday, 19 June 2016

Manfaat dan Keajaiban Hebat Pelukan Ayah

Hasil gambar untuk manfaat pelukan pada anak
Tak hanya sebagai ungkapan cinta yang sesungguhnya, ternyata kasih sayang orangtua kepada anaknya juga memiliki segudang manfaat dan keajaiban yang luar biasa bagi tumbuh kembang sang anak. Pada dasarnya setiap manusia membutuhkan sentuhan fisik yang bisa meraba aspek emosional manusia, dan bentuk sentuhan itu adalah pelukan. Bahasa cinta yang paling kuat ini bahkan lebih efektif dibanding kata-kata atau pujian.

Jika dunia selalu mengagungkan pelukan dan cinta seorang ibu, bukan berarti pelukan dan cinta seorang ayah tak memiliki manfaat. Bahkan pelukan ayah diketahui berperan penting bagi karakter dan psikologis anak-anaknya.

Melly Puspita Sari, psikolog sekaligus pengarang buku "The Miracle of Hug" mengatakan bahwa pelukan seorang Ayah dapat menjadi media untuk mentransfer kemandirian dan keberanian ke anak  berinteraksi dengan figur otoritas di luar rumah. Anak yang sering mendapat pelukan ayah cenderung menjadi anak mandiri, tidak penakut, dan lebih kuat dalam berinteraksi dalam kehidupan sosialnya.

"Saat Ayah memeluk, sesungguhnya ia sedang mentransfer kemampuan dan kemandirian pada diri anak. Selain itu aspek yang sifatnya berani berinteraksi dengan figur otoritas yang dimiliki ayah," kata Psikolog Melly Puspita Sari Psi dalam talkshow Berbagi Pelukan.

Tak heran jika banyak anak perempuan yang dekat dengan Ayahnya akan tumbuh sebagai pribadi yang tangguh. Tentu tak heran pula jika banyak para gadis kemudian berusaha mencari dan menikahi laki-laki pujaannya kelak yang memiliki sifat dan sikap seperti ayah yang dikaguminya.

Sedangkan pelukan dari ibu akan mentransfer sifar penuh kasih atau empati pada anak. "Ibu itu figur afeksi, yang ketika anak sakit, ia akan memeluk anak maupun mengambilkan obat untuk anak. Anak yang sering mendapat pelukan ibu akan menjadi pribadi yang mudah memberikan kasih sayang atau rasa simpati kepada orang lain," lanjutnya.
Ditilik dalam kehidupan nyata, Ayah memang tak selalu intens dalam memberikan pelukan kepada anak. Menurut Melly, bisa jadi, ayah yang sulit memeluk dulunya juga mungkin jarang dipeluk.
"Karena si ayah tumbuh dan berkembang jarang dipeluk, ia akan melakukan hal yang sama kepada anaknya. Tetapi kalau ia biasa dipeluk, ia akan memeluk anaknya," ujar psikolog lulusan Universitas Muhammadiyah Malang ini.

Dalam penelitian yang dirilis dalam buku The Miracle of Hug-nya tersebut, Melly juga mengungkap bahwa pelukan orangtua kepada anaknya dapat membangun konsep diri yang positif, mengurangi emosi negatif seperti kesepian, cemas atau frustasi, serta meningkatkan kecerdasan otak, merangsang keluarnya hormon oksitosin yang memberikan perasaan tenang pada anak. Dengan pelukan pula, anak akan merasa dicintai dan dihargai.

Hasil penelitian di University of Italy menunjukkan data, bahwa anak yang sering mendapat pelukan dari orang tuanya akan lebih efektif sembuh dari depresi, dan akan timbul rasa percaya dirinya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Bahkan, pelukan saat inisiasi dini, sesaat setelah bayi terlahir ke dunia, akan mentransfer sejenis mikroorganisme yang membuat daya tahan tubuh bayi semakin kuat.
Dan ketika pelukan dengan rasa sayang ini di teruskan hingga masa kanak-kanak dapat menjadikan pribadi anak yang tidak gampang stress. Tak hanya itu, pelukan yang tulus juga dapat menjadi media ampuh untuk meredakan konflik. Pelukan yang tulus juga dapat meluluhkan hati yang keras. Demikian menurut Penelitian Journal of Epidemiology and Community Health.
"Karenanya seorang istri harus memberi pengertian pada suami bahwa ia pun juga harus memiliki kebiasan memeluk anak. Misalnya dengan mengatakan, 'mau tidak setelah besar nanti anak-anak kita tidak melupakan kita tetap sayang dan menganggap ayah adalah sosok hero untuk dirinya sepanjang hidupnya," saran Melly.
Jadi tak perlu khawatir dengan mitos yang mengatakan bahwa anak yang sering mendapat pelukan akan menjadi cengeng. Karena pelukan orangtua kepada anaknya sungguh memiliki kehebatan luar biasa yang tidak dimiliki obat-obat ciptaan dokter di dunia.
*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share YA
Terimakasih

7 Alasan Kenapa Orangtua Harus Memeluk Anak

Hasil gambar untuk manfaat pelukan pada anak
Kalau boleh tanya, kapan terakhir ibu/ayah memeluk anak? Satu jam yang lalu, satu hari yang lalu, atau satu minggu yang lalu? Semoga, jawabannya bukan yang terakhir itu. Karena, jawaban yang terakhir menandakan betapa kita sangat tidak perhatian pada anak, IMHO. 

Tahukan Ibu & Ayah, bahwa banyak sekali manfaat dari memeluk anak? Saking banyaknya, maka saya tidak akan pernah melewati satu hari pun tanpa memeluk ketiga buah hati saya. Setidaknya ada 7 alasan kenapa orangtua harus memeluk anak. Dan, mari kita urai bersama. 

1. Memperkuat Ikatan Batin

Anak yang terbiasa dipeluk oleh orangtuanya, akan mempunyai ikatan yang kuat daripada anak yang jarang dipeluk. Anak akan mudah merasakan perubahan emosi orangtuanya. Anak juga akan merasa khawatir jika terjadi sesutau pada orangtuanya. 

Seorang psikolog mengatakan, bahwa sebuah pelukan yang dilakukan orangtua pada anaknya akan menghadirkan hubungan emosi yang kuat. 

2. Mencerdaskan Anak

Saat memeluk anak, ada hormon endomorfin yang muncul. Hormon ini hadir untuk mengurangi ketegangan syaraf dan mengurangi tekanan darah. Artinya, anak yang selalu mendapatkan pelukan dari orangtua akan jauh dari stress. Ia akan mudah menjalani aktivitasnya, terutama di sekolah. Mudah menyerap pelajaran dan membuat mereka menjadi anak yang cerdas. 

Saya pribadi merutinkan diri untuk memeluk anak. Paling sedikit satu kali bagi anak yang paling besar. Dan, untuk anak yang paling kecil saya bisa memeluk sampai 10 kali dalam sehari. Jelas saya bisa merasakan manfaatnya. Si sulung mudah berkonsentrasi pada pelajaran di sekolah. Hasilnya, nilai-nilai mata pelajarannya selalu bagus. 

3. Percaya Diri

Anak yang terbiasa dipeluk akan jauh lebih percaya diri daripada anak yang jarang dipeluk. Bisa dibuktikan. Mereka akan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Lebih mudah bergaul dan pastinya akan mudah mendapatkan teman. 

4. Tidak Mudah Stress

Seperti yang telah saya jelasakan pada poin 2, bahwa ketika orangtua memeluk anak, ada hormon endomorfin yang dapat mengurangi tekanan darah. Sehingga, anak tidak mudah stress. Pelukan diyakini mampu menghilangkan depresi pada anak. Padatnya aktivitas mereka di sekolah, belum lagi pekerjaan rumah yang tak kalah banyak, pastinya akan membuata mereka mudah stress. Dengan pelukan hangat dari orangtua, mereka akan lebih tenang. 

Saat memeluk itulah momen yang paling tepat untuk membisikan kata-kata penyemangat. Yakinkan pada mereka bahwa mereka bisa dan mampu mengerjakan kewajiban mereka. 

5. Penyayang

Ada mitos yang mengatakan bahwa anak yang sering dipeluk akan menjadi anak yang cengeng. Itu tidak benar sama sekali. Justru kebalikannya. Anak-anak yang terbiasa menerima pelukan dan belaian akan tumbuh menjadi anak yang penyayang. Terlebih lagi pada saudaranya sendiri. 

Selain itu, pelukan yang diberikan orangtua--terutama seorang ayah--dapat membuat mereka menjadi sosok yang kuat. 

6. Penyembuh

Pelukan seorang ibu atau ayah ketika anak sakit dapat memberikan energi positif. Pelukan penuh kasih sayang merupakan dorongan sehingga anak-anak menjadi cepat sembuh. Pelukan juga akan menciptakan rasa nyaman bagi anak, dengan begitu ia tidak merasa sendiri. 

Pelukan yang selalu diberikan juga bisa meningkatkan sistem imun. Sehingga anak tidak mudah sakit. 

7. Mengatasi Anak Unik

Anak yang hiperaktif ternyata bisa ditangani hanya dengan pelukan. Orangtua yang memiliki anak dengan perilaku unik itu bisa merutinkan diri untuk memeluk mereka sesering mungkin. Minimal 8 kali sehari. Ketika mereka sedang tidak bisa dikendalikan, dekap dan peluklah mereka. Walau pada awalnya berontak, lakukan terus. Jangan pernah bosan untuk memeluknya.

Anak-anak dengan perilaku unik tersebut akan berubah menjadi anak yang mudah dikendalikan.


Jadi, tidak ada alasan lagi bagi kita--para orangtua-- untuk tidak memeluk anak-anak. 7 Alasan kenapa orangtua harus memeluk anak diatas setidaknya telah menjadi alasan kuat mengapa kita harus memeluk anak-anak. 
*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share YA
Terimakasih

Manfaat Memberi Pelukan Pada Anak

Hasil gambar untuk manfaat pelukan pada anak
Bagi ibu-ibu rumah tangga ( yang sudah mempunyai momongan ), memeluk anak umumnya sudah dianggap sebagai hal yang sangat lumrah dan biasa, dan bukan merupakan “pekerjaan” yang luar biasa. 
Namun, karena begitu lumrah dan biasanya, terkadang banyak yang “lupa” untuk selalu melakukannya. 
Faktanya – meski dianggap sebagai hal yang lumrah dan biasa – ternyata masih begitu banyak anak yang tidak pernah ( atau jarang sekali ) mendapatkan kehangatan pelukan dari orang tuanya. 
Padahal, sebuah pelukan ternyata mempunyai manfaat yang begitu luar biasa bagi si anak. 
Umumnya, sebuah pelukan “hanyalah” diangggap sebagai ungkapan dan ekspresi rasa kasih sayang biasa. 
Bahkan pada beberapa orang mengangggap bahwa sebuah pelukan tidak lebih dari suatu kontak fisik atau sentuhan belaka. 

Padahal yang sebenarnya, sebuah pelukan adalah bentuk afeksi yang paling efektif untuk mengekspresikan rasa kasih sayang kepada anak, jauh lebih efektif bila dibandingkan dengan sebuah hadiah atau pemberian. Sebuah pelukan ( terlebih yang dilakukan dengan penuh perasaan ) akan dapat memberikan rasa aman, nyaman, hangat, tenang dan tentram pada anak-anak. 
Sebuah pelukan juga memengaruhi munculnya perasaan penuh kasih sayang untuk diberikan kepada sesama. 
Anak-anak yang mendapat pelukan dari orangtua akan membantu membentuknya menjadi pribadi yang punya rasa empati tinggi. 

Disamping itu sebuah pelukan kepada anak ternyata masih mempunyai banyak manfaat lainnya. Bila sedikit dijabarkan, setidaknya ada 6 Manfaat Memberi Pelukan Pada Anak : 
1. Pada bayi yang lahir prematur, pelukan hangat dari sang ibu akan membuatnya lebih kuat. 
Mempercepat perkembangan tubuh serta otak. 
Pada sebuah penelitian yang dilakukan di Bliss Hospital di Montreal, disimpulkan bahwa bayi prematur yang dipeluk oleh sang ibu akan menjadi lebih cepat kuat,
sehat dan besar daripada bayi yang hanya ditempatkan di inkubator saja. Sebab ketika sang bayi dipeluk, ia akan merasa nyaman sehingga mempunyai energi baru. 

2. Sebuah pelukan akan jauh lebih efektif bila dibanding dengan kata-kata pujian dalam memengaruhi perilaku seseorang. 
Para praktisi ahli telah membuktikan hal ini. 
Banyak kasus konflik yang terjadi antara ibu dan anak ternyata bisa lebih cepat teratasi hanya dengan pelukan. Seorang anak akan berubah begitu drastis menjadi lebih tenang dalam hitungan menit setelah mendapat pelukan. 

3. Pelukan bisa menjadi media untuk mengatasi anak-anak yang berperilaku unik. 

4. Sebuah pelukan dapat memberikan kedekatan dan kekuatan getaran batin antara orangtua dan anak. Berdasarkan penelitian psikolog Edward R. Christopherson. Ph.D, pelukan jauh lebih efektif daripada pujian atau ucapan sayang karena membuat anak merasa dicintai dan dihargai. 

5. Sebuah pelukan sederhana bisa menurunkan tekanan darah dan mengurangi stres. 

6. Dalam bukunya 'The Hug Therapy', psikolog Kathleen Keating menyebutkan bahwa pelukan juga dapatmeningkatkan kecerdasan otak dan IQ anak. 

Itulah beberapa manfaat dari sebuah pelukan. 
Dimana dalam dunia modern – dimana antara orang tua dan anak semakin jarang bertemu - semakin banyak orang tua yang “lupa” ( atau ) enggan untuk melakukannya. 
Perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh orang tua seharusnya tidak hanya dalam bentuk uang dan pemberian materi saja. 
Sebab sebuah sentuhan dan sebuah pelukan meski terlihat begitu sederhanan ternyata jauh lebih besar manfaatnya. 
Dan kemanfaatan-kemanfaatan dari sebuah pelukan tersebut sudah dibuktikan secara ilmiah oleh para ahlinya.
*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share YA
Terimakasih

Anak Lebih Mandiri Bila Sering Dipeluk Ayah

Hasil gambar untuk anak di peluk
 Pelukan tidak hanya memberikan rasa aman, tapi juga mentransfer keberanian dan kemandirian pada anak. Tidak heran,anak lebih mandiri bila sering dipeluk ayah.Pelukan merupakan perwujudan kasih sayang berupa sentuhan fisik yang paling mudah dilakukan. Orang tua perlu rutin memeluk anak guna mendukung proses tumbuh kembang anak. Walau terbilang mudah, tak semua orang tua terbiasa memeluk anak-anaknya. Ada yang memang tidak terbiasa dipeluk sejak mereka kecil sehingga terus berlanjut hingga orang tua ini memiliki anak. Kalau belum terbiasa, ada baiknya sejak sekarang mulai membiasakan diri untuk memeluk anak.

Para ayah, biasanya agak sulit memberikan pelukan kepada anak-anaknya. Menurut Melly Puspita Sari, S.Psi., MT, NLP, bisa jadi, ayah yang sulit memeluk dulunya juga mungkin jarang dipeluk. "Karena si ayah tumbuh dan berkembang jarang dipeluk, ia akan melakukan hal yang sama kepada anaknya. Tetapi kalau ia biasa dipeluk, ia akan memeluk anaknya," ujar psikolog lulusan Universitas Muhammadiyah Malang ini. Yuk peluk si kecil agar ia lebih mandiri. Ingat, anak lebih mandiri bila sering dipeluk ayah.
Kalau belum terbiasa, isteri bisa mendorong suami untuk mulai membiasakan kegiatan memeluk anak. Katakan saja, kalau ingin anaknya pintar, menyayangi sang ayah meski sudah tua, dan tetap mengidolakan ayahnya, maka mulai mencoba untuk memeluk.

Sejumlah penelitian, dikatakan penulis buku 'The Miracle of Hug' ini, menunjukkan kalau pelukan antara orang tua dan anak dapat meningkatkan kecerdasan otak, merangsang keluarnya hormon oksitosin yang memberikan perasaan tenang pada anak, serta memberi dampak positif pada perkembangan anak. Selain itu, pelukan membuat anak merasa dicintai dan dihargai.

Selain itu, pelukan dari masing-masing orang tua akan mentransfer hal luar biasa pada anak. Masing-masing akan mentransfer sifat tertentu pada anak sehingga anak akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang otentik dan sehat. Ingat lo, anak lebih mandiri bila sering dipeluk ayah.

"Saat ayah memeluk, sesungguhnya ia mentransfer kemampuan kemandirian. Laki-laki itu mentransfer aspek berani untuk berinteraksi dengan figur otoritas yang ada di luar rumah," lanjut Melly. Anak-anak ini akan lebih kuat saat berada di luar rumah. Pernyataan anak lebih mandiri bila sering dipeluk ayah pun bukan isapan jempol. Sebaliknya, anak-anak yang mendapat kekerasan dalam rumah tangga, cenderung menjadi penakut saat berada di luar rumah.

Sementara itu, ketika ibu memeluk, sifat empati akan tersalurkan kepada anak. "Ibu itu figur afeksi, yang ketika anak sakit, ia akan memeluk anak maupun mengambilkan obat untuk anak," imbuh Melly.

Lalu bagaimana kalau anaknya yang malu atau merasa risih untuk dipeluk oleh orang tuanya? "Katakan saja, mau malu ya dipeluk? Tetapi mama butuh energi, gimana caranya ya? Pegang saja atau usap-usap kepala boleh nggak? Proses dialog memang harus dilakukan," terang Melly.

Belum lama ini, Melly menangani sebuah kasus yang baik ibu maupun anak tidak terbiasa dipeluk. Mereka, istilahnya bisa sampai keluar keringat dingin saat akan berpelukan. "Perlu effort besar untuk memeluk. Yang kemudian, saat memeluk, tahan dulu, jangan dilepas hingga napas lebih normal," saran Melly.
*Jika artikel ini bermanfaat, mohon di share YA
Terimakasih